Jumat, 25 Maret 2011

Mengenali Diri

Buah hati (YKBH) tempat saya belajar parenting pertama kali, memperkenalkan bahwa komunikasi adalah pelajaran pertama dalam parenting.  Mungkin itu benar untuk ortu, tapi untuk anak menurut saya itu pelajaran kedua karena anak tidak mungkin berkomunikasi kalau anak belum mengenal dirinya sendiri? Pelajaran pertama adalah mengenal diri, menemukan kekuatan dan kelemahan diri sehingga menjadi landasan selanjutnya dalam hidup termasuk dalam berkomunikasi dengan diri sendiri dan orang lain.

Ceritanya terjadi kemarin siang, seperti biasa saya mengantar Emil ke Binus dan seperti biasa dia uring-uringan... di mobil: Emil do you know that you're not nice for getting angry all the time? Emil (kesal) : iya mom, but I don't know how to be nice.... Ahaaa Alhamdulillaah rupanya dia menyadari kekurangan dirinya...Alhamdulillaah dia bebas mengatakannya pada ibunya, Alhamdulillaah saya ada disitu pada saat itu dan Alhamdulillaah saya sudah belajar untuk mendengarkan dengan cermat... ohhh jadi dia hanya belum punya vocab how to be nice... Terimakasih telah mengijinkan saya menangkap momentum itu ya Allah.

Saya jadi merasa bersyukur telah shopping terus menerus, sungguh berguna shopping2 itu... jadi saya mengerti tinggal ditambah vocabnya, tidak perlu kita marahin kalo dia uring-uringan, masalahnya hanya kamusnya yang belum lengkap.

Semoga jurnal ini berguna untuk ibu lain yang menghadapi anak yang sering uring-uringan, kita bantu anak keluar dari kesulitannya berekspresi,  jangan sampai dia menyandang nama "si uring" pada masa dewasanya nanti. Seperti seorang teman yang saya kenal, dia diberi nama si uring oleh anaknya karena untuk menyatakan sesuatu kamus ekspresi nya hanya berisi "uring-uringan"? tidak mampu menyatakan  ekspresi dengan tepat. Selain kasihan sekali dijauhi anak, gagal dalam dua perkawinan, tidak punya teman karena tetap tidak mengenali kekurangan diri untuk bisa memperbaikinya. Bukan remeh ya persoalan salah ekspresi? Iya bagaimana dia berkomunikasi? tidak ada komunikasi.

Bayangkan kalau anak kita harus menjadi Si Uring?? tidak bahagia dan kesepian?? ya anak tidak bisa meningkat ke kelas komunikasi...
Si Uring bukan saja membuat orang sekitarnya tidak nyaman, bahkan saya pikir Si Uring juga tidak nyaman dan tidak bahagia karena tidak bisa mengerti dirinya - sebagai manusia mana mungkin dia mau jadi manusia yang tidak punya siapa-siapa?

Bagaimana menambah vocab dalam kamus Emil akan saya pelajari lagi, bagaimana cara memasukkannya dengan benar dalam bank memorinya, kemudia melatihnya supaya bisa menjadi alamiah baginya.  Semoga dia jadi orang yang nyaman dengan dirinya sehingga bisa menyenangkan bagi lingkungannya dan akhirnya jadi orang yang berbahagia.

Setiap kali juga saya menyesal terlambat belajar sehingga dua anak saya terlanjur sudah besar, semoga mereka membaca ini dan memaafkan saya. Juga semoga mereka mau belajar untuk anak-anak mereka kelak..sungguh kemampuan manusia sangat terbatas, maka jangan berhenti belajar.

Ikut shopping yuk De' n Do... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar