Kamis, 31 Maret 2011

Legal, Mahal, Ortu menjadi guru, Pergaulan, Akademik, Ijasah, Perguruan Tinggi

Nah itulah pertanyaan yang selalu harus saya jawab setiap kali ada teman yang mau memulai home schooling.

Apakah Legalitas Home Schooling? ada, legal, cek aja di UU no. 20 tahun 2003. tentang Pendidikan Luar Sekolah.

Apakah Mahal ? Relatif. Ibaratnya kita mau bikin baju tuh 'haute couture', atau makanan tuh ya 'fusion food'... homeskuling ini ibaratnya kita mau membuat sesuatu barang custom made dan bukan pabrikan, jadi 30% itu bahan dasar dan 70% effort yang kita masukkan kesitu. Kita anggap anak tuh 30% sisanya 70% adalah usaha kita untuk menjadikannya 100%.

Ortu tidak cukup pintar jadi guru ? Memang! (bahkan kalau pintar pun tidak boleh merasa pintar). Harus belajar terus shopping dulu ampe abis semua info yang ada di 'net atau ngobrol sama semua orang yang mungkin bisa diminta infonya. Selain itu ada ilmu menjadi orang tua yang efektif, yaitu ilmu PARENTING, ini crucial bagi homeschooler karena dukungan vital datangnya dari ortu.. juga info parenting tidak pernah habis maka ortu harus terus meng-update ilmunya. Contohnya ilmu tentang bahaya gaming dan pornografi di internet, bahaya2 yang terus meng-update diri.

Dalam Home Schooling LEAD INDONESIA, kami menekankan pelajaran pada kematangan emosi :

Daerah kekuasaan ortu terutama dalam area "emosional intelligent" yaitu sebagai guru (digugu dan ditiru) digugu=dipatuhi dalam membentuk kematangan emosi anak, masa' gak bisa? pasti bisa kalau ada kemauan, nih contohnya saya? sepuluh tahun yll saya belum dengar ini istilah home schooling.. apalagi parenting apalagi anak special need.. nol besar deh, sekarang alhamdulillah saya belajar terus setiap saat.. Nah disinilah ilmu parenting memegang peranan. Nanti kalau ortu sign-in maka akan dibimbing bagaimana memantau perkembangan emosi dan merumuskan kepribadian anak. Anak wajib menulis catatan kegiatannya setiap hari, yang menggambarkan warna emosinya, orang tua wajib juga memberi komentar dan evaluasi terhadap catatan anak.

Academic intelligence, sesudah ortu tidak mampu lagi dan karena kita mengharap anak lebih pintar dari kita maka soal ilmu akademik kita carikan ahlinya. Dalam hal ini harus yang betul betul kita bisa percaya anak kita ada ditangan yang baik baru kita sign in..karena bimbel juga banyak macamnya.. Penting sekali anak mendapat pelajaran Bahasa Inggris dan komputer. Binus mempunyai banyak program intensif sertifikasi. Bahasa Inggris EF ada program homestay setiap 6 bulan, juga ada program untuk melanjutkan high school di Inggris dimana kemudian dijamin bisa masuk 10 mayor university di Eropa..atau LIA, ada program sampai teacher training.

Di komunitas Lead ini ada hari anak berkomunikasi dengan bahasa Inggris, untuk mendukung kemampuan berbahasa. Juga bagi anak yang belajar bahasa lain atau ilmu lain, apapun, kami jadwalkan waktu untuk sharing dan mengajarkan pada teman-temannya dalam komunitas. Pertama untuk mengasah kemampuan presentasi yang akan membuat anak percaya diri kedua kemampuan bahasa atau ilmu itu sendiri sehingga anak merasa kaya karena mempelajari sesuatu yang khusus yang teman2nya tidak punya.

Spiritual intelligence : tergantung agama masing masing. Tetapi visi misi kami Lead Indonesia adalah mengembangkan pendidikan berdasarkan al-qur'an untuk anak muslim.. (untuk lebih jelasnya buka visi Lead Indonesia dlm blog ini). Oleh para pengajar yang mengajarkan dengan hati sehingga anak senang dan mengerti mengapa dia "terpaksa" beragama Islam dan "terpaksa" menjalankan perintah agamanya dengan senang.

Bagaimana tentang economic intelligence?
Economic Intelligence itu penting karena berhubungan langsung dengan harga diri dan percaya diri anak:

Bagaimana phisical intelligence ? dan intelligence yang lain..

Nah inilah uniknya home schooling LEAD INDONESIA :
Kami membimbing anak untuk menemukan jenis intelligence apa yang diperlukan dalam membangun masa depan dan mempunyai tempat dalam masyarakat.
Kami berikan pilihan pada anak akan jenis pelajaran2 yang melibatkan jenis intelligence itu untuk dipilih, kemudian kami beri tugas membaca, diskusi kelompok, research dan akhirnya presentasi.
Orang tua mendapat info penuh tentang tahapan pelajaran anak dan orang tua memantau anak diluar lingkungan komunitas, menulis jurnal dan memberi masukan.

Dalam beberapa mata pelajaran, bila diperlukan bisa juga dalam bentuk tutorial. Anak juga membuat rencana kegiatan outing yang diintegrasikan dengan pelajaran lainnya. Disini guru yang utama hanya sebagai fasilitator, anak dibimbing untuk menemukan sendiri apa yang ingin diketahuinya lewat berbagai media, dengan bimbingan ortu. Setiap selesai suatu rangkaian kegiatan orangtua akan menerima hasil observasi tentang perkembangan anaknya. Untuk info fasilitator lihat link blog ini, fera ariefah (Mba Fe')

Bagaimana anak bergaul ? pergaulan apa nih?? pergaulan dengan siapa saja seperti di sekolah dengan segala sifat baik dan buruk teman sepergaulan, atau pergaulan yang dipilih hati-hati dengan teman yang mendukung tumbuhnya sifat sifat baik anak?

Para homeschooler sebenarnya adalah orang orang yang tidak mau diatur oleh industri sekolah yang kaku dan massal.. biasanya anak homeskuler juga tidak mau ikut aturan yang tidak bisa dimengerti oleh logika mereka. Disinilah kita MENGHORMATI hak anak. Sebelum suatu peraturan ditegakkan, kami memberi pengertian sampai mereka mengerti baru satu peraturan bisa diterima dan dijalankan dengan konsekwen.

Jadi dalam memilih temanpun biasanya anak HS sudah tahu teman apa yang harus dipilih, batasan apa yang harus dilibatkan. Bersama ortu dia bisa pilih komunitas yang baik menurutnya, yang ribuan banyaknya. Misalnya komunitas olahraga, ribuan jenis olahraga dari olahraga biasa2 seperti sepak bola atau basket atau berenang sampai olah raga yang berbahaya seperti sea diving atau sky diving atau horse riding, ada. Atau komputer, atau robotic atau cooking atau dress making buat anak prempuan, dll dll.

Apalagi? anak atau ortu perlu info? tinggal gabung sama keluarga home schoolers yang sudah duluan, tinggal intip lewat 'web atau blog, pilih deh yang mana yang cocok. Jadi pergaulan tuh luas tinggal ortu sebagai penanggung jawab rajin rajin aja.

Bagaimana tentang kemampuan akademik anak? itu makanya kita adakan bench marking dengan cara bimbel atau pkbm (bagi yang sederhana) intinya menyamakan kemampuan akademik anak dengan rata-rata kemampuan anak seusianya. Namanya bench marking, menyamakan, hanya memantau jangan sampai ketinggalan. Tapi kalau ternyata anak diatas kemampuan rata2 banyak caranya untuk menempuh pendidikan lebih cepat.

Bagaimana soal ijasah ? Kalau rencana pendidikan di Indonesia saja, setelah bench marking anak bisa ikut ujian persamaan (kami urus) paket A,B,C. Sedangkan untuk yang berencana pendidikan ke universitas di luar negeri: mengikuti ujian Cambridge. Begini caranya : Cambridge memberi ujian untuk masuk universitas beserta tutorialnya. Jadi kalau kita mau masuk universitas di luar negri, misalnya mau ambil jurusan psikologi, kita tanya ke univ tsb pelajaran apa yang akan diujikan. Baru kita ke Cambridge minta ujian mata pelajaran yang mau diujikan di jurusan tsb. dan kalau kita belum/kurang/tidak siap kita minta tutorial untuk mempersiapkan diri. Kalau belum berubah biayanya 500 ribu rupiah per pelajaran, per kedatangan, tapi maximum student 20 orang per kelas.. untuk lebih jelasnya bisa cek langsung ke Cambridge Center, di Universitas al Azhar, jln. Sisingamangaraja. Jakarta Selatan.

Apakah bisa lanjut ke Universitas Negri? Sudah terbukti ada murid kami yang sudah duduk belajar di UI; di USA seorang sudah di business school di Whatcom Community College, Bellingham, USA; seorang lagi sedang menempuh thesis S2 di BINUS untuk meraih gelar MM; seorang anak perempuan lagi sudah memiliki usaha butik dan rias..:) masing masing anak menemukan sendiri minat dan bakatnya selanjutnya anak konsisten dan bertanggung jawab menempuhnya. Dengan cara begini anak tidak mudah menyerah dan insya Allah doa orang tua jugalah yang banyak berperan.


Untuk info lebih lanjut hubungi LEAD Indonesia Email :
indonesia.lead@gmail.com, fera.ariefah@gmail.com

Semoga bermanfaat

Rabu, 30 Maret 2011

Komen terhadap blog mba Fe

Alhamdulillaah di negara ini Allah sediakan orang-orang seperti m Fera dan teman komunitas yang peduli pornografi.. Sungguh Allah maha mengurus maha mendidik..

Bagi saya ini bagaikan Allah yang menjaga para pengendara motor untuk tidak nyungsep di lobang-lobang jalan jakarta atau menjaga para sopir metro dan angkot untuk tidak adu-aduan di jalan atau menjaga setiap anak yang berjejalan di angkot tiap pagi dari mara bahaya... buat saya, saya tidak melihat manusia, tapi melihat "robotic being"
Mungkin berwujud manusia tapi bukan lagi manusia seperti fitrah dari sang pencipta.

Dimulai dari ortu yang mendidik dengan ilmu pengasuhan anak yang seadanya, menyerahkan pendidikan anak ke sistim pendidikan yang materialistis cakadut amburadul sementara sebagian besar media adalah penebar kebodohan.
Mana negara ini bener bener memikirkan kalau tiap anak adalah..subhanallah.. titipan yang maha berharga, salah satu tiket kita ke surga...
Mana pemimpin negara ini memikirkan kalau dia bertanggung jawab pada Allah atas rakyatnya..
Karena cita cita surga itulah maka saya shopping duk aduk ilmu pendidikan yang ada dimana saja.. seperti ngaduk barang sale di mall. Terakhir belajar tentang ABK (ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS) jadi saya belajar bahwa anak normal harus punya profil tertentu yang IBO memerinci dengan indahnya, bhw pelajar SD (8-11 yg th) harus punya ciri2 yg berikut :

INQUIRER
THINKER
COMMUNICATORS
RISK TAKERS
KNOWLEDGEABLE
PRINCIPLED
OPEN MINDED
WELL BALANCE
REFLECTIVE
CARING
(IB PYP PROFILE LEARNER)

Dan kemampuan itu harus berkembang bertambah seiring usia. Itu harus ada untuk berfungsi normal sebagai pelajar SD.

Berikut tahap perkembangan anak dari 0-8th untuk dapat berfungsi normal harus melalui tahap perkembangan :

MOTORIK
PERSEPSI
BAHASA

MOTORIK - berhubungan dengan body image, body awareness yg menghasilkan kematangan dalam motorik kasar dan halus.

PERSEPSI - berasal dari sensor dan atensi yg akan menghasilkan persepsi yg benar dalam 1-menerima informasi, 2-membedakan/menyeleksi dan 3-memori yg baik.

BAHASA - kemampuan untuk memilih "bahasa" dalam menyampaikan ide sehingga dapat menyerap dengan benar dan akhirnya mengekspresikan dengan benar juga.

Okey pastilah kita awam, wong para guru juga walaupun 'ngeh' tapi banyak yang awam juga dalam praktek.
Itu tahapan belajar harus berurutan dipenuhi dan disempurnakan tiap jenjangnya karena bagaimana bikin struktur kalau tidak ada dasar? Dasar juga harus kuat lagi supaya struktur kuat juga. Disitulah perhatian ortu dan harusnya pemerintah dalam menyusun struktur pendidikan.

Tiap anak punya spesifikasi khusus(wong ciptaan Allah, mana mungkin diperlakukan cara pabrik) maka pendidikan juga normalnya harus memperhatikan anak secara individu. Boleh dididik bareng dalam satu sekolah tapi harus dengan menghormati anak sebagai individu. Tiap anak punya micro trauma khusus dan itu harus langsung diperbaiki spy waktu lulus SD juga lulus kematangan emosi sbg anak SD.

Kalau tidak ortu dan pemerintah menciptakan kecacatan pada anak di usia anak 8-12 tahun. Ya iyalah dengan tidak melakukan apa2 kita membuat anak kita cacat.. psstt tersembunyihhhh....
Pemerintah??tau deh apa kerjanya.

Maka kita dewasa casingnya aja, jiwa jiwa dengan emosi tidak lulus SD... Susahnya ini dianggap normal karena tolok ukur manusia dewasa dianggap BERHASIL kalau sudah menyerap 'program'... Program??? iya dong, kita cuma diprogram untuk melayani fungsi kita dalam mencari nafkah, sebagai : dokter, lawyer, apalagi panjang lah..

Tuh kaaan kaya robot bener kan kita ini, dimasukin chip aja.. itulah bagaimana terjadinya penolakan undang undang untuk kebaikan dan kebenaran ... berdebat hebohhh...menolak kerasss.. masyaaa Allaaahh..

Mba Fe, itulah sedikit dari sudut pandang ABK karena dulunya kita semua ini adalah ABK yang tidak teridentifikasi sehingga tidak diapa-apain ....
Bagaimana bisa berkembang fikir kita wong kita belum lulus ilmu emosi, ditingkat SD?

Heehee tidak aneh kan sekarang mba? Semoga berkurang keanehannya, kok untuk kebaikan menolak.. emang gak punya anak? emang mau anaknya bugil di depan kamera? emang mau punya cucu diluar nikah?

Makanya Allah sungguh baik hati dan bekerja keras juga, menjaga jangan sampai kita kejeblos masuk maksiat, kok hari gini ada orang yang mau berjuang ngurusin undang-undang pornografi.. dari planet maaana mereka datang?? Nanti urusannya apakah undang undang itu diterapkan, bagaimana sanksinya lagi... wahh waaahh wallahu alam..

Hanya doa dan sedikit tambahan info ini...dengan hati tulus semoga berguna ya mba...bukan pintar lohh hanya pengalamaann aja. Pengalamanku belajar tentang ABK..subhanallah seperti mempelajari diri sendiri, hihii.... bolehkan nebeng kereta mba Fe.. mengejar surga...

=====

Term bhs inggris diatas tidak saya terjemahkan, karena sy inget guru saya pak Tri Gunadi selalu blg ...jangan nanya teruuss.. cari sendiri dulu... Hayo carii.. hee

Sabtu, 26 Maret 2011

Pertanyaan umum seputar Home Schooling

Diatas semua info tentang Home Schooling yang perlu anda ketahui adalah bahwa:
apabila anda meng-home schooling kan anak anda itu artinya adalah anda mengambil tanggung jawab pendidikan anak anda LANGSUNG ditangan anda sendiri.

Memang selama ini juga ditangan anda tapi dalam home school anda tidak punya tempat complain atau protes lagi karena anda (ortu) adalah guru dan fasilitator bersamaan.  Tidak ada guru-guru yang siap menampung keluhan anda lagi. Good bye malling atau spa treatment seharian.
Kegiatan baru anda adalah berfikir dan tidak berhenti belajar; Shopping anda sekarang adalah ilmu, baik lewat buku atau e-book atau info2 dari mana saja (ngobrol dengan siapa saja atau internet; tentang HS dari seluruh dunia; tempat yang anda kunjungi sekarang adalah komunitas home schooling... Begitulah anda harus mengganti totally interest anda, fokus anda..

Selanjutnya; tentang pertanyaan yang selalu ditanyakan ortu pemula:
1. Apakah HS legal?
2. Apakah mahal?
3. Bagaimana dengan masalah pergaulannya?
4. Bagaimana kemampuan akademiknya?
5. Bagaimana ijasahnya?
6. Apakah bisa lanjut ke perguruan tinggi?

Bahkah ada yang bertanya apakah ijasahnya laku untuk bekerja?
Heheee yang terahir ini aneh, tapi sungguh ada loh yang nanya begitu..

Mari kita garap satu persatu pertanyaan tersebut supaya jelas, terang seperti siang..
Tapi besok aja yaa sekarang udah malem...

Jumat, 25 Maret 2011

Mengenali Diri

Buah hati (YKBH) tempat saya belajar parenting pertama kali, memperkenalkan bahwa komunikasi adalah pelajaran pertama dalam parenting.  Mungkin itu benar untuk ortu, tapi untuk anak menurut saya itu pelajaran kedua karena anak tidak mungkin berkomunikasi kalau anak belum mengenal dirinya sendiri? Pelajaran pertama adalah mengenal diri, menemukan kekuatan dan kelemahan diri sehingga menjadi landasan selanjutnya dalam hidup termasuk dalam berkomunikasi dengan diri sendiri dan orang lain.

Ceritanya terjadi kemarin siang, seperti biasa saya mengantar Emil ke Binus dan seperti biasa dia uring-uringan... di mobil: Emil do you know that you're not nice for getting angry all the time? Emil (kesal) : iya mom, but I don't know how to be nice.... Ahaaa Alhamdulillaah rupanya dia menyadari kekurangan dirinya...Alhamdulillaah dia bebas mengatakannya pada ibunya, Alhamdulillaah saya ada disitu pada saat itu dan Alhamdulillaah saya sudah belajar untuk mendengarkan dengan cermat... ohhh jadi dia hanya belum punya vocab how to be nice... Terimakasih telah mengijinkan saya menangkap momentum itu ya Allah.

Saya jadi merasa bersyukur telah shopping terus menerus, sungguh berguna shopping2 itu... jadi saya mengerti tinggal ditambah vocabnya, tidak perlu kita marahin kalo dia uring-uringan, masalahnya hanya kamusnya yang belum lengkap.

Semoga jurnal ini berguna untuk ibu lain yang menghadapi anak yang sering uring-uringan, kita bantu anak keluar dari kesulitannya berekspresi,  jangan sampai dia menyandang nama "si uring" pada masa dewasanya nanti. Seperti seorang teman yang saya kenal, dia diberi nama si uring oleh anaknya karena untuk menyatakan sesuatu kamus ekspresi nya hanya berisi "uring-uringan"? tidak mampu menyatakan  ekspresi dengan tepat. Selain kasihan sekali dijauhi anak, gagal dalam dua perkawinan, tidak punya teman karena tetap tidak mengenali kekurangan diri untuk bisa memperbaikinya. Bukan remeh ya persoalan salah ekspresi? Iya bagaimana dia berkomunikasi? tidak ada komunikasi.

Bayangkan kalau anak kita harus menjadi Si Uring?? tidak bahagia dan kesepian?? ya anak tidak bisa meningkat ke kelas komunikasi...
Si Uring bukan saja membuat orang sekitarnya tidak nyaman, bahkan saya pikir Si Uring juga tidak nyaman dan tidak bahagia karena tidak bisa mengerti dirinya - sebagai manusia mana mungkin dia mau jadi manusia yang tidak punya siapa-siapa?

Bagaimana menambah vocab dalam kamus Emil akan saya pelajari lagi, bagaimana cara memasukkannya dengan benar dalam bank memorinya, kemudia melatihnya supaya bisa menjadi alamiah baginya.  Semoga dia jadi orang yang nyaman dengan dirinya sehingga bisa menyenangkan bagi lingkungannya dan akhirnya jadi orang yang berbahagia.

Setiap kali juga saya menyesal terlambat belajar sehingga dua anak saya terlanjur sudah besar, semoga mereka membaca ini dan memaafkan saya. Juga semoga mereka mau belajar untuk anak-anak mereka kelak..sungguh kemampuan manusia sangat terbatas, maka jangan berhenti belajar.

Ikut shopping yuk De' n Do... 

PENTINGNYA USIA 6-12 TAHUN

  • Prestasi…Prestasi

    Date: 2010.10.24 | Category: Middle Childhood | Response: 0
    Kalau pada usia 1-3 tahun, balita sedang mengalami masa autonomy vs shame and doubt, pada usia 6-12 tahun, atau kira-kira di masa SD, anak kita sedang berada dalam masa Industri vs Inferiority, menurut pakar psikologi, Erik Erikson.
    Masa ini artinya, anak membutuhkan prestasi atau keberhasilan agar ia dapat memupuk rasa percaya dirinya. Sedangkan bila gagal, atau ia tidak mempunyai prestasi apa-apa, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang yang inferior, atau merasa rendah diri.
    Masalahnya, prestasi apa yang harus dicapai mereka saat ini? Apakah harus juara kelas?
    Maksud dari prestasi tidak selalu terbatas hanya dengan juara pertama. Prestasi artinya sebuah pencapaian atas sebuah usaha, yang juga dihargai sesuai dengan tempatnya. Jadi anak kita harus berusaha untuk mencapai hal tersebut.
    Pernah seorang teman saya bercerita bahwa anak orang tua teman anaknya yang membuatkan PR anaknya, supaya PR nya mendapatkan nilai yang baik. Ia juga sempat menuliskan hapalan dibalik gambar yang harus ditunjukkan anaknya di depan kelas. Alasannya, tentu saja supaya anaknya mendapatkan nilai yang baik. Tapi, apakah itu adalah prestasi? Bukan, pastinya. Nilai yang bagus harus didapat dengan usaha, itu baru namanya prestasi. Sama seperti anak saya, Alyssa, pernah bertanya, “mama, aku gak belajar, tapi dapat nilai bagus. Jadi aku gak usah belajar ya?” Saya pun menjawab, “Alyssa, kalau kamu tidak belajar saja dapat nilai bagus, bagaimana kalau belajar?” Bagaimana kalau sudah belajar tapi nilainya kurang bagus? Tidak apa-apa, justru dari situ kita bisa melihat, apa masalah anak kita.
    Dalam hal prestasi ini, satu hal yang harus kita ingat adalah, prestasi pada masa SD sama sekali bukan berarti juara kelas. Hanya ada 1 juara kelas di tiap kelas (di sekolah anak saya, tidak ada ranking, jadi kita tidak pernah tahu, siapa juara 1nya), jadi bagaimana nasib puluhan anak lainnya?
    Seorang teman saya yang berasal dari Korea berkata bahwa di Korea, hasil ulangan diumumkan ke seluruh kelas. Bayangkan bagaimana rasanya bila kita mendapat nilai yang kurang baik. Akhirnya ia memutuskan untuk sekolah di Amerika Serikat.
    Prestasi atau pencapaian seorang anak di sekolah dasar haruslah sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya. Di sinilah peran tes IQ, bakat dan kepribadian. Dari pencapaian sekolah dan tes bakat, misalnya, saya tahu bahwa Alyssa mempunyai kemampuan artistik yang baik, bahasa juga baik, namun matematika dan kinestetiknya kurang baik. Yang saya lakukan adalah saya menuntut Alyssa untuk mendapatkan nilai yang baik di bahasa, seperti bahasa Inggris dan Indonesia. Sementara untuk bahasa Mandarin? Yah, yang penting dia ikut les dan nilainya tidak merah, karena di rumah memang tidak ada yang bisa berbicara dengan bahasa tersebut. Rencananya adalah bila Alyssa sudah cukup besar, saya akan mengirimnya ke Cina atau Taiwan untuk belajar bahasa. Sementara untuk matematika? Les sajalah, terutama sebelum ulangan. Kalau saya lihat dia sudah belajar dengan baik, nilai 70 pun OK untuk saya. Olah raga pun tidak terlalu saya paksakan, yang penting dia berolah raga dan mempunyai aktifitas fisik. Uniknya, walaupun bakat musikalnya baik, karena kinestetiknya kurang, maka Alyssa kurang cepat juga belajar alat musik. Yah, yang penting dia latihanlah.
    Untuk cita-citanya, Alyssa saat ini ingin menjadi designer, katanya. Kemampuan menggambarnya pun baik. Jadi saya meminta seorang guru gambar, yang pelukis, untuk mengajarkan Alyssa melukis, bukan menggambar. Artinya, ia harus bisa benar-benar melukis, untuk menunjang minatnya. Hasilnya? Minggu lalu ia menghasilkan lukisan yang bagus, yang akan kami bingkai. Saya pun memesan sebuah lukisan yang mirip tapi lebih besar, untuk saya pajang di tempat praktek saya.
    Prestasi di masa ini, haruslah sesuai dengan minat dan bakat anak. Inilah saat yang paling tepat bagi anak untuk mengembangkan kemampuannya tersebut. Bayangkan bila pada saat ini, anak kita hanya sibuk les pelajaran sekolah. Memang nilai pelajaran bisa meningkat, tapi apakah peningkatannya signifikan? Yang mana yang penting bagi hidupnya kelak? Pilihlah kegiatan yang paling sesuai untuk anak pada saat ini. Yang pasti semua kegiatannya harus bertujuan menyediakan prestasi bagi mereka. Menghasilkan sebuah karya yang dapat mereka banggakan, entah di bidang akademik, seni, olah raga atau bidang positif apapun yang sudah diberikan Tuhan pada mereka.
Page 12 of 22« First...101112131420...Last »

ABOUT ME


ROSDIANA SETYANINGRUM selengkapnya

CONTACT US

THERAPY CENTERS

Informasi berbagai tempat terapi ini di Jakarta dan Singapura. selengkapnya

PSYCHOLOGICAL DIAGNOSIS

Diagnosis psikologis ini dipaparkan melalui checklist dari beberapa kondisi psikologis. Checklist ini hanya panduan sederhana dan bukan alat diagnosa. Bila anda menemukan persamaan dari masalah yang anda alami, segera temui psikolog. selengkapnya

INFO

DIBUKA KELAS REGULAR BALI USAHA, MEDITASI KESEHATAN mulai 24 OKT 2010 info lengkap

STRESS BUSTER FOR KIDS THROUGH YOGA WORKSHOP 30 & 31 OKTOBER 2010 info lengkap

LATEST ARTICLES

Meta

Kamis, 24 Maret 2011

fun home learning

Kebanggaanku hari ini :
Mama : Emil, I just received a message from my cousin, aunt T she is in hospital suffering back pain, and she was  great diver in her younger days, I wish you to share info about diving etc.
Emil  : (stood up from the computer desk and cuit cuit in his English - btw i write it in english jadinya..gak sengaja)  Oh it was because there was no buddy system at that time.  Now we have a buddy who will help you to hold the tank when you are entering water. demonstrate with his hands and body ..either you want to do back flap or giant step..showing what is back flap and giant step..
Mom : (back from hospital), the cause of illness was not of the heavy tanks, buddy system was already there-she admit because she was too excited and therefore careless about safety, ( being young) she had a group of divers, one of their parent had a boat and they stole it:  they share fuel cost and go to the island in the morning, diving around and back in the evening. You know how north Jakarta sea is in  the evening time, the waves are bad so the boat are jumping up n down..  inside the boat they were thrown up n down... pain in the sitting area, but they just neglect it - now at 47 she couldn't bear the pain... one nerve is misplaced or something?...actually she started to feel it 10 and more years ago only its so severe now that she might go through operation and she couldn't care less because its so very very painful.
"Emil, you know what's wrong in this story?"
Emil : Ok mom I will be careful and I will be respectful of myself and my body.
I learn that he understood that its about respect lesson. Respect : God, life, time, yourself and others..
 
Hapus

Senin, 21 Maret 2011

jurnal emil tgl 22/3/11

today i finaly found the website that i was looking for in years! it is the fanpage of the discovery networks
i found animal planet, discovery science, and more!sweet nothing is greater than the discovery of internet.
so now im writing this thing and i want this stuff will write on its own but unfotunatly it cant and now i have to write it on my own
so any way i learnt that if you think noromonox leceum is somthing dangerous and sound like toxic but it it is exactly another word for H2O or water.
so we had understand that something that sound scien tific sometimes is something comon.

Above is written by Emil and re-written by mom without changing any syllable..

Todays story 
Kadang bukan kadang sih malah hampir selalu saya kehabisan akal dalam mengarahkan anak untuk melakukan kewajibannya.  misalnya Emil ayo solat, atau bangun pagi, atau berenti maen game atau berenti nonton tivi: rasanya tiap kali mengulang kata yang sama juga.. bosen deh? apalagi anak yang mendengarnya harus diputus kesenangannya oleh kata yang sama tiap hari tiap kali.. jadi pada suatu hari saya mendapat "strike of a genius" :
coba ya Mil misalnya kamu nih udah jadi bapak2 trus anak kamu maleeesss bener disuruh solat, trus kamu bilang apa? tau gag? cepppet banget jawabannya : aku akan bilang gini mah : astagfirullah nak, kenapa kamu maen game terus? apa kamu sudah solat? kalau belum yuk solat sama-sama.  mama:  trus kalo anak maen game kelamaan? Emil : aku pegang kepalanya sambil dielus trus kubilang - astagrifullaah nak kenapa maen kelamaan? nanti waktu kamu habis maen -dan tidak ada waktu untuk yang lain - mama: kalo anak nonton yang jelek jelek ? kaya porno2 gitu? Emil : astagrifullaah itu nanti mata kamu di azab loh nak di akhirat ditusuk pake besi panas; mama: loh kenapa pake ancaman mengerikan begitu Mil? Emil: kan itu ada di al Qur'an mah? ???  masa? yuk kita cek..di surat apa?

Jadi anak sudah punya kata2 apa yang ingin didengarnya pada saat dia belaku tidak benar... wallahu alam buatku sih lumayan buat tambahan vocab kalo ngebangunin subuh... bukan tiba2 dia jadi.. berubah!! kaya power ranger..tapi udah tidak kaya sebelumnya lagi, dia akan malu akan kata2nya sendiri plus sudah membawanya ke gelombang alfa. karena itu kata2 nyaman yang didengarnya... padahal dia udah tau itu gag bener kita hanya membantu dia memerangi malasnya doang, dia mengancam dirinya sendiri...