Nah itulah pertanyaan yang selalu harus saya jawab setiap kali ada teman yang mau memulai home schooling.
Apakah Legalitas Home Schooling? ada, legal, cek aja di UU no. 20 tahun 2003. tentang Pendidikan Luar Sekolah.
Apakah Mahal ? Relatif. Ibaratnya kita mau bikin baju tuh 'haute couture', atau makanan tuh ya 'fusion food'... homeskuling ini ibaratnya kita mau membuat sesuatu barang custom made dan bukan pabrikan, jadi 30% itu bahan dasar dan 70% effort yang kita masukkan kesitu. Kita anggap anak tuh 30% sisanya 70% adalah usaha kita untuk menjadikannya 100%.
Ortu tidak cukup pintar jadi guru ? Memang! (bahkan kalau pintar pun tidak boleh merasa pintar). Harus belajar terus shopping dulu ampe abis semua info yang ada di 'net atau ngobrol sama semua orang yang mungkin bisa diminta infonya. Selain itu ada ilmu menjadi orang tua yang efektif, yaitu ilmu PARENTING, ini crucial bagi homeschooler karena dukungan vital datangnya dari ortu.. juga info parenting tidak pernah habis maka ortu harus terus meng-update ilmunya. Contohnya ilmu tentang bahaya gaming dan pornografi di internet, bahaya2 yang terus meng-update diri.
Dalam Home Schooling LEAD INDONESIA, kami menekankan pelajaran pada kematangan emosi :
Daerah kekuasaan ortu terutama dalam area "emosional intelligent" yaitu sebagai guru (digugu dan ditiru) digugu=dipatuhi dalam membentuk kematangan emosi anak, masa' gak bisa? pasti bisa kalau ada kemauan, nih contohnya saya? sepuluh tahun yll saya belum dengar ini istilah home schooling.. apalagi parenting apalagi anak special need.. nol besar deh, sekarang alhamdulillah saya belajar terus setiap saat.. Nah disinilah ilmu parenting memegang peranan. Nanti kalau ortu sign-in maka akan dibimbing bagaimana memantau perkembangan emosi dan merumuskan kepribadian anak. Anak wajib menulis catatan kegiatannya setiap hari, yang menggambarkan warna emosinya, orang tua wajib juga memberi komentar dan evaluasi terhadap catatan anak.
Academic intelligence, sesudah ortu tidak mampu lagi dan karena kita mengharap anak lebih pintar dari kita maka soal ilmu akademik kita carikan ahlinya. Dalam hal ini harus yang betul betul kita bisa percaya anak kita ada ditangan yang baik baru kita sign in..karena bimbel juga banyak macamnya.. Penting sekali anak mendapat pelajaran Bahasa Inggris dan komputer. Binus mempunyai banyak program intensif sertifikasi. Bahasa Inggris EF ada program homestay setiap 6 bulan, juga ada program untuk melanjutkan high school di Inggris dimana kemudian dijamin bisa masuk 10 mayor university di Eropa..atau LIA, ada program sampai teacher training.
Di komunitas Lead ini ada hari anak berkomunikasi dengan bahasa Inggris, untuk mendukung kemampuan berbahasa. Juga bagi anak yang belajar bahasa lain atau ilmu lain, apapun, kami jadwalkan waktu untuk sharing dan mengajarkan pada teman-temannya dalam komunitas. Pertama untuk mengasah kemampuan presentasi yang akan membuat anak percaya diri kedua kemampuan bahasa atau ilmu itu sendiri sehingga anak merasa kaya karena mempelajari sesuatu yang khusus yang teman2nya tidak punya.
Spiritual intelligence : tergantung agama masing masing. Tetapi visi misi kami Lead Indonesia adalah mengembangkan pendidikan berdasarkan al-qur'an untuk anak muslim.. (untuk lebih jelasnya buka visi Lead Indonesia dlm blog ini). Oleh para pengajar yang mengajarkan dengan hati sehingga anak senang dan mengerti mengapa dia "terpaksa" beragama Islam dan "terpaksa" menjalankan perintah agamanya dengan senang.
Bagaimana tentang economic intelligence?
Economic Intelligence itu penting karena berhubungan langsung dengan harga diri dan percaya diri anak:
Bagaimana phisical intelligence ? dan intelligence yang lain..
Nah inilah uniknya home schooling LEAD INDONESIA :
Kami membimbing anak untuk menemukan jenis intelligence apa yang diperlukan dalam membangun masa depan dan mempunyai tempat dalam masyarakat.
Kami berikan pilihan pada anak akan jenis pelajaran2 yang melibatkan jenis intelligence itu untuk dipilih, kemudian kami beri tugas membaca, diskusi kelompok, research dan akhirnya presentasi.
Orang tua mendapat info penuh tentang tahapan pelajaran anak dan orang tua memantau anak diluar lingkungan komunitas, menulis jurnal dan memberi masukan.
Dalam beberapa mata pelajaran, bila diperlukan bisa juga dalam bentuk tutorial. Anak juga membuat rencana kegiatan outing yang diintegrasikan dengan pelajaran lainnya. Disini guru yang utama hanya sebagai fasilitator, anak dibimbing untuk menemukan sendiri apa yang ingin diketahuinya lewat berbagai media, dengan bimbingan ortu. Setiap selesai suatu rangkaian kegiatan orangtua akan menerima hasil observasi tentang perkembangan anaknya. Untuk info fasilitator lihat link blog ini, fera ariefah (Mba Fe')
Bagaimana anak bergaul ? pergaulan apa nih?? pergaulan dengan siapa saja seperti di sekolah dengan segala sifat baik dan buruk teman sepergaulan, atau pergaulan yang dipilih hati-hati dengan teman yang mendukung tumbuhnya sifat sifat baik anak?
Para homeschooler sebenarnya adalah orang orang yang tidak mau diatur oleh industri sekolah yang kaku dan massal.. biasanya anak homeskuler juga tidak mau ikut aturan yang tidak bisa dimengerti oleh logika mereka. Disinilah kita MENGHORMATI hak anak. Sebelum suatu peraturan ditegakkan, kami memberi pengertian sampai mereka mengerti baru satu peraturan bisa diterima dan dijalankan dengan konsekwen.
Jadi dalam memilih temanpun biasanya anak HS sudah tahu teman apa yang harus dipilih, batasan apa yang harus dilibatkan. Bersama ortu dia bisa pilih komunitas yang baik menurutnya, yang ribuan banyaknya. Misalnya komunitas olahraga, ribuan jenis olahraga dari olahraga biasa2 seperti sepak bola atau basket atau berenang sampai olah raga yang berbahaya seperti sea diving atau sky diving atau horse riding, ada. Atau komputer, atau robotic atau cooking atau dress making buat anak prempuan, dll dll.
Apalagi? anak atau ortu perlu info? tinggal gabung sama keluarga home schoolers yang sudah duluan, tinggal intip lewat 'web atau blog, pilih deh yang mana yang cocok. Jadi pergaulan tuh luas tinggal ortu sebagai penanggung jawab rajin rajin aja.
Bagaimana tentang kemampuan akademik anak? itu makanya kita adakan bench marking dengan cara bimbel atau pkbm (bagi yang sederhana) intinya menyamakan kemampuan akademik anak dengan rata-rata kemampuan anak seusianya. Namanya bench marking, menyamakan, hanya memantau jangan sampai ketinggalan. Tapi kalau ternyata anak diatas kemampuan rata2 banyak caranya untuk menempuh pendidikan lebih cepat.
Bagaimana soal ijasah ? Kalau rencana pendidikan di Indonesia saja, setelah bench marking anak bisa ikut ujian persamaan (kami urus) paket A,B,C. Sedangkan untuk yang berencana pendidikan ke universitas di luar negeri: mengikuti ujian Cambridge. Begini caranya : Cambridge memberi ujian untuk masuk universitas beserta tutorialnya. Jadi kalau kita mau masuk universitas di luar negri, misalnya mau ambil jurusan psikologi, kita tanya ke univ tsb pelajaran apa yang akan diujikan. Baru kita ke Cambridge minta ujian mata pelajaran yang mau diujikan di jurusan tsb. dan kalau kita belum/kurang/tidak siap kita minta tutorial untuk mempersiapkan diri. Kalau belum berubah biayanya 500 ribu rupiah per pelajaran, per kedatangan, tapi maximum student 20 orang per kelas.. untuk lebih jelasnya bisa cek langsung ke Cambridge Center, di Universitas al Azhar, jln. Sisingamangaraja. Jakarta Selatan.
Apakah bisa lanjut ke Universitas Negri? Sudah terbukti ada murid kami yang sudah duduk belajar di UI; di USA seorang sudah di business school di Whatcom Community College, Bellingham, USA; seorang lagi sedang menempuh thesis S2 di BINUS untuk meraih gelar MM; seorang anak perempuan lagi sudah memiliki usaha butik dan rias..:) masing masing anak menemukan sendiri minat dan bakatnya selanjutnya anak konsisten dan bertanggung jawab menempuhnya. Dengan cara begini anak tidak mudah menyerah dan insya Allah doa orang tua jugalah yang banyak berperan.
Untuk info lebih lanjut hubungi LEAD Indonesia Email :
indonesia.lead@gmail.com, fera.ariefah@gmail.com
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar